Tadi setelah bingung mau makan malam di mana, akhirnya aku makan malam di Otoya (大戸屋). Memang baru beberapa kali aku makan di sana, dan selalu memesan paket maguro plus nasi dan miso shiru. Kali ini pengen nyoba menu baru. Aku milih tenpura dengan berbagai jenis sayur ditambah ebi. Pertama kaget lihat porsinya! Banyak banget! Sambil mikir, abis ga ya kira-kira? Ya udah aku nikmati aja makan pelan-pelan, mulai dari ebi tenpura. Enak! Terus lanjut ke tenpura berbentuk bulat. Pas dimakan, ternyata dalemnya tomat! Gila ngagetin aja! Masak ada tomato tenpura? Pertama kali nih. Aku lanjutkan dengan bulatan besar seperti ring, aku kira cumi-cumi, ternyata bawang bombay. OK-lah, biasa aja.
Nah, selanjutnya aku lihat ada yang berbentuk segitiga agak kecil, sepertinya ikan (白身魚) nih. Aku gigit sedikit, kunyah sebentar, wah rasanya aneh, ini pasti bukan ikan! Sepertinya ayam! Aku muntahkan saja apa yang baru saja masuk mulut dan aku putuskan untuk tidak memakannya lagi. Tiba-tiba pelayan datang menawarkan air minum. Sambil menerima air, aku iseng tanya, "Maaf, tenpuranya ada ayam ya?" Setahuku tenpura biasanya gorengan berisi ikan, sea food, dan sayur-sayuran. Sang pelayan menjawab, "Bukan ayam." Sejenak aku bernapas lega mendengarnya, mungkin saja ada ikan yang rasanya mirip ayam, walaupun aku tetep heran dan ga percaya serta yakin bahwa itu bukanlah sejenis ikan! Lalu pelayan melanjutkan, "tetapi b*bi."
Masya Allah, aku kaget banget! Langsung perasaanku ga enak jadinya! Ga enak banget sumpah! キモイ!Kalau saja itu ayam, walaupun bukan ayam halal atau ayam dari negara ahli kitab, aku tidak akan merasa sekaget ini! Ya tentu, ayam Jepang tidak halal, tapi ayam Jepang menjadi tidak halal karena penyembelihannya dan paling tidak aku sudah mengeluarkannya dari mulutku. Tapi ini..? What?! B*bi?? Binatang kotor yang bahkan dianggap najis berat oleh agamaku? Bukan hanya haram, tetapi najis. Seketika aku merasa benar-benar eneg dan kehilangan nafsu makan! Ya Allah, mudah-mudahan aku tidak akan pernah mencobanya lagi untuk kedua kalinya.
Karena penasaran, aku minta daftar menu ke pelayan. Aku cek lagi apa yang aku pesan, dan memastikan apakah b*bi tertulis di sana. Ternyata tidak! Mereka menulis tenpura berisi ebi, bawang bombay, terong, tomat, dan lain-lain. Ternyata aku kurang hati-hati di bagian "dan lain-lain". Di sinilah mereka menaruh b*bi tadi, memasukkannya ke dalam bagian "dan lain-lain", yang mana secara umum aku berpikir, "dan lain-lain "mungkin berarti ikan atau sea food, atau sayuran lainnya, secara tenpura gitu loh. Ternyata "dan lain-lain" berarti b*bi. Aku benar-benar kecewa mereka tidak menuliskan b*bi dengan jelas di menu. Sebelum pulang, aku mengisi angket dengan memilih "sangat tidak puas atas makanan yang aku makan" karena telah menyertakan b*bi dalam tenpura. Semoga mereka mendengar suaraku dan tidak akan memasukkan b*bi sebagai menu tenpura atau menuliskannya dengan jelas di menu supaya tidak akan ada lagi yang salah.